Nindya Galuh
perfect past for challenging future
Kamis, 18 Juni 2015
Senin, 31 Maret 2014
Sabtu, 19 November 2011
Sinopsis Cerpenku "Sampan Itu Bukan Cita-Citaku"
Satrio dan Rana, dua orang yang kini tumbuh besar menjadi sahabat yang solid. Namun keadaanlah yang kadang tidak mau solid dengan Satrio. Berbeda dengan Rana yang tak pernah kesepian. Dalam hidup Satrio, dia harus berjuang dan menata kembali keluarga yang sempat goyah karena meninggalnya sang ayah. Sejak itu, semua berubah. Tidak ada lagi senyuman, nyanyian atau tawa riang yang terdengar di keluarganya.
Tapi ini adalah hidup bukan dongeng yang kadang tertidur. Di sini kami harus berlomba dengan waktu. Lima tahun sudah aku lalui di mana ibu mulai tersenyum kembali. Namun tragedi buruk kembali menghampiriku dan ibu. Saat itu aku dan Rana pulang dari memancing. Tiba-tiba sebuah tragedi yang tak terbayangkan pun terjadi. Peristiwa yang menjadi titik balik dari perjuanganku selama ini. Kejadian tragis itulah yang akhirnya membuatku harus kehilangan lagi satu-satunya orang paling berharga dalam hidupku.
Langganan:
Postingan (Atom)
